Home > Militer

Pistol Glock: Jadi Lirik Lagu, Dipakai Militer, Polisi, Hingga Pelaku Penembakan Massal

Pangsa pasar Glock di AS hampir mencapai 65 persen.

Roof yang tergabung dalam kelompok white supremacist ini menggunakan Glock untuk membunuh sembilan warga Afro Amerika saat sesi pembelajaran Bibel di sebuah gereja di Charleston, South Carolina pada bulan Juni.

Mundur ke beberapa tahun ke belakang, pada 2007, seorang laki-laki menggunakan Glock membunuh 33 orang dan melukai 17 orang lainnya di Virginia Tech. Empat tahun kemudian, Glock kembali memakan enam korban tewas dan 13 luka dalam serangan di Tucson, Arizona.

Terkait penggunaan pistol yang dikembangkannya, termasuk digunakan dalam serangkaian kasus penembakan massal, Glock jarang merespons kritik para aktivis, bahkan menghindari debat publik. Pada 2000, dia menolak kesepakatan kontrol senjata dengan Pemerintah AS.

Mengutip Forbes edisi 19 November 2018, pangsa pasar Glock di AS hampir mencapai 65 persen. Data ini merujuk pada pernyataan Rommel Dionisio, direktur operasional di perusahaan pialang saham, Aegis Capital.

Gaston Glock (Tangkapan layar eu.glock.com/dok. Republika)
Gaston Glock (Tangkapan layar eu.glock.com/dok. Republika)

Glock, pendiri perusahaan, menguasai 99 persen bisnis perusahaan tersebut yang Forbes perkirakan nilainya mencapai 1,5 miliar dolar AS. Namun, baik Glock maupun manajemen perusahaan menolak mengomentari hal tersebut.

Estimasi tersebut didasarkan pada laporan tahunan Glock yang disampaikan kepada otoritas keuangan Austria pada awal tahun 2018. Glock melaporkan nilai penjualan pada 2017 sebesar 556 juta dolar AS, tetapi pendapatannya lebih tinggi pada 2016, yaitu 750 juta dolar AS.

Turunnya penjualan pada 2017 kemungkinan adanya pembelian besar-besaran sebagai stok pada 2016, sebagai antisipasi pengetatan regulasi senjata di bawah kepemimpinan Hillary Clinton jika memenangi pemilihan presiden melawan Donald Trump. (reuters/han)

× Image