Home > Mancanegara

Ratusan Muslim Shalat Tarawih di Times Square, New York City

Ratusan orang shalat Tarawih pada Sabtu (3/4) di Times Square, jantung New York City (NYC).
Ratusan orang shalat Tarawih pada Sabtu (3/4) di jantung New York City. (Potongan dari video Dok. Wayoflifesq/ Project ZamZam)
Ratusan orang shalat Tarawih pada Sabtu (3/4) di jantung New York City. (Potongan dari video Dok. Wayoflifesq/ Project ZamZam)

DIPLOMASI REPUBLIKA, NEW YORK -- Ratusan orang menggelar shalat Tarawih di Times Square ada ada di jantung New York City (NYC) di Amerika, Sabtu (2/4) lalu. Sebelumnya, mereka juga menggelar acara buka puasa bersama. Muslim AS memang memulai puasa Ramadhan pada Sabtu.

Laman CBS2 edisi Ahad (3/4) menyebutkan, sebanyak 1.500 porsi makanan dikumpulkan untuk buka puasa bersama tersebut. Perhelatan ini digelar di 44th Broadway, tepat di tengah keriuhan cahaya di pusat kota dunia itu.

"Bagi Muslim, ini bukan sekadang puasa, namun kita jadi mengerti bagaimana rasanya rawan pangan. Kita sebenarnya berpuasa agar bisa semakin dekat kepada Sang Pencipta kita, Allah," kata SQ, salah satu penyelenggara shalat Tarawih ini.

Kepada CBS2, SQ mengatakan, shalat Tarawih ini sengaja digelar di jantung NYC karena ada alasan penting. "Kami ada di sini untuk menjelaskan agama kami kepada semua orang yang tidak mengerti apa Islam," kata SQ. "Islam adalah agama perdamaian."

"Quran adalah wahyu Ilahiyah. Wahyu terakhir yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW, salah satu Rasul di antara para Rasul, seperti halnya Nabi Isa AS dan Nabi Musa AS," kata SQ.

"Kita semua satu dan saling terkait satu sama lain. Hentikan upaya untuk memecah-belah Kristen, Muslim dan Yahudi dan siapapun. Hentikanlah," ujar SQ.

"Anda bekerja sama dengan mereka, naik kereta bersama mereka. Kita semua satu," ujar seorang panitia lain, Ali Camara.

Kepada CBS2, para penceramah dan peserta shalat membawa pesan yang sama, yaitu persatuan dan antikekerasan.

"Begitu banyak kesalahan konsep tentang Islam," kata seorang pria. "Ada saja orang-orang tidak waras dalam berbagai budaya, agama, dan kelompok-kelompok orang tersebut tidak mewakili mayoritas Kita justru didorong untuk berdoa, berpuasa, melakukan kebajikan, dan bersedekah," ujarnya. (yen)

.

× Image