Home > Sejarah Hari Ini

Sejarah: Kematian Ikon Fesyen Legendaris Karl Lagerfeld

Selain sebagai desainer mode, Karl Lagerfeld juga merupakan fotografer dan seniman.
Karl Lagerferd di antara koleksi buku-bukunya (vogue.co.uk)
Karl Lagerferd di antara koleksi buku-bukunya (vogue.co.uk)

Diplomasi.republika.co.id— Sebagai sosok yang kreatif, Karl Lagerfeld telah membangun jenama yang kuat bagi rumah mode Chanel. Kematiannya pada Sabtu, 19 Februari 2019 meninggalkan rasa duka yang mendalam. Rumah mode yang menaungi Karl Lagerfeld sejak 1983 mengumumkan kabar duka tersebut melalui laman resminya.

Legenda ikon fesyen ini bernama asli Karl Otto Lagerfeld. Pria kelahiran Hamburg, Jerman, ini memberikan pengaruh tidak hanya pada dunia mode, tetapi juga industrinya.

Selain sebagai desainer mode, Karl Lagerfeld juga merupakan fotografer dan seniman. Sosoknya yang khas dengan sarung tangan dan kacamata hitamnya saja selalu menjadi perhatian, apalagi karyanya.

Di tengah persaingan dunia fesyen yang ketat, Chanel di bawah tangan dingin Karl Lagerfeld terus menjadi jenama yang inovatif. Imajinasinya dalam mendesain produk fesyen dia tuangkan lewat guratan-guratan di sketsa, yang masih dilakukan secara manual. Sebenarnya, apa yang Karl Lagerfeld lakukan adalah menemukan kembali dan mengkreasikan karya-karya Coco Chanel, perancang busana Chanel sebelumnya. Dengan warisan tersebut, dia bereksplorasi dan berinovasi tanpa meninggalkan desain ikonik khas Chanel.

Selain mengembangkan label mewah Chanel, dia juga membuat label atas namanya sendiri dan menjadi sosok kreatif pada label Fendi. Karl Lagerfeld pun kerap berkolaborasi dengan industri kreatif lainnya, yang tidak selalu dari jenama yang sudah mapan.

Karl Lagerfeld juga memiliki kecintaan terhadap kucing dan buku. Choupette, nama kucing kesayangan yang tak kalah tenar dari pemiliknya. Kucing ras ini sering menemani Karl di beberapa kesempatan, termasuk menjadi model di majalah fesyen.

Soal buku, koleksi milik Karl Lagerfeld cukup fantastis jumlahnya. Konon, kurang lebih 300 ribu buku tersusun rapi di perpustakaan pribadinya. Kecintaannya ini dia realisasikan dengan membuka sebuah toko. Pada 1999, dia membuka 7L, toko buku yang berlokasi di Paris. Di tempat ini, dapat dijumpai buku-buku tentang seni, fotografi, desain, mode, arsitektur, juga dokumentasi karya-karya Karl Lagerfeld.

Lewat inovasinya, Karl Lagerfeld senantiasa mengikuti zaman dan menjadi yang terdepan. Gebrakannya dalam setiap koleksi dan acara peragaan busana selalu dinantikan para pecinta fesyen.

Mengutip Karl Lagerfeld, “Terus merangkul masa kini dan menciptakan masa depan.” Gagasannya tersebut dapat relevan sebagai pengingat dalam berkreativitas. (rin)

× Image