Home > Kabar Diplomasi

Frydenberg: Australia Dukung Kepemimpinan RI di G-20

Bendahara Persemakmuran Australia Josh Frydenberg MP tiba di Jakarta untuk ikuti acara G20.
Persiapan acara pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral G-20 di Jakarta, Indonesia, Rabu (16/2). (MAST IRHAM/EPA-EFE POOL)
Persiapan acara pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral G-20 di Jakarta, Indonesia, Rabu (16/2). (MAST IRHAM/EPA-EFE POOL)

DIPLOMASI REPUBLIKA, JAKARTA -- Bendahara Persemakmuran Australia Josh Frydenberg, MP tiba di Jakarta, Rabu (16/2). Ia akan mengikuti Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G-20 pada 17-18 Februari.

Frydenberg menyatakan, ini merupakan pertemuan G-20 tingkat menteri pertama di bawah kepemimpinan Indonesia. Ini juga sekaligus menjadi pertemuan pertama yang akan ia hadiri langsung sejak pandemi dimulai.

"Australia berkomitmen untuk mendukung Indonesia pada tahun kepemimpinannya, menekankan hubungan lama yang terjalin antara kedua negara," kata Frydenberg dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Rabu.

Australia menyebutkan, G-20 adalah forum utama untuk kerja sama di bidang ekonomi internasional. Forum itu mempertemukan ekonomi maju utama di dunia yang mewakili 75 persen dari seluruh perdagangan global.

"Kehadiran Australia juga menggarisbawahi pentingnya kemitraan Australia dengan Indonesia dan dukungan aktif serta keterlibatan kami bersama Indonesia dan anggota G-20 lainnya untuk menyampaikan agenda yang ambisius namun penting pada 2022," kata Frydenberg.

Ia pun menyebutkan, topik-topik yang akan dibahas antara lain, tantangan terhadap sistem kesehatan global, pemulihan ekonomi global, rancangan keuangan global, regulasi dan inklusi sektor keuangan, infrastruktur, dan perpajakan internasional.

Kali ini, Australia akan berbagi pengalamannya menghadapi tantangan pandemi Covid-19. Alasannya, karena di sektor ekonomi, Australia telah mengungguli ekonomi maju dunia sepanjang pandemi. Negeri Kanguru ini juga mencatat lebih banyak bidang pekerjaan yang terisi dibandingkan sebelum Covid-19.

Pertemuan ini juga akan memberikan kesempatan penting untuk membahas tantangan dan peluang yang dihadapi saat ini serta di masa depan bersama negara tetangga Australia serta ekonomi G-20 lainnya. Hal ini termasuk pemulihan ekonomi global dari Covid-19 serta memastikan kepentingan ekonomi Australia terlindungi, serta menegaskan komitmen Australia terhadap sistem perdagangan yang terbuka, bebas, dan berbasis aturan.

"Saya menantikan untuk mewakili Australia di forum ini dan memperkuat hubungan kami dengan Indonesia dan anggota G-20 lainnya," katanya. (yen)

× Image