Home > Kabar Diplomasi

ABK Indonesia: Kami Tetap Ingin Menyoblos Meski Ada di Antartika

ABK memohon KPU menemukan mekanisme menyoblos meski ada di Laut Antartika.
ABK asal Indonesia saat bertemu tim KJRI Cape Town, Afrika Selatan (Dok. KJRI Cape Town)
ABK asal Indonesia saat bertemu tim KJRI Cape Town, Afrika Selatan (Dok. KJRI Cape Town)

DIPLOMASI REPUBLIKA, CAPE TOWN – Para anak buah kapal (ABK) asal Indonesia ingin tetap ikut menyoblos kertas suara dalam pemilihan umum (pemilu) meski saat berada di Antartika. Aspirasi ini disampaikan kepada Konsul Jenderal (Konjen) RI Tudiono yang didampingi Konsul Protokol dan Konsuler Faiez Maulana beserta tim, dan Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Cape Town Inoki Nurza pada Rabu (10/1/2024).

KJRI dan PPLN Cape Town menyambangi sekitar 60 ABK asal Indonesia yang bekerja di tiga kapal, yaitu kapal Sejong milik Korea Selatan, Lance Afrika Selatan dan Niko Maru 68 Jepang. Ketiga kapal itu sedang bersandar di Pelabuhan Cape Town.

“Kami ABK WNI yang berada di kapal Sejong, memohon kepada Komite Pemilihan Umum agar kami dapat menyoblos dalam Pemilu meski kami berada di Laut Antartika,” ujar mereka yang diterima Diplomasi Republika, Jumat malam (12/1/2024).

Pesan itu direkam dalam video yang kemudian akan diteruskan PPLN Cape Town ke KPU Pusat. Mereka berharap, aspirasi para ABK ini dapat menjadi pertimbangan.

Menurut para ABK, pada hari pemungutan suara 14 Februari nanti, mereka akan berada di tengah laut Antartika untuk menangkap ikan tuna, udang, dan lobster. Mereka berharap, KPU menemukan mekanisme yang memungkinkan mereka menggunakan hak pilih mereka.

Dalam pertemuan dengan ABK, KJRI juga menampung masukan dan masalah yang mereka hadapi antara lain seputar kondisi dan hubungan kerja dengan pihak kapal. Terkait kondisi dan hubungan kerja secara umum mereka tidak memiliki permasalahan yang berarti. Sementara KJRI juga memberikan bantuan alat keselamatan kerja dan logistik.

“Jaga kekompakan dan komunikasi dengan KJRI, sehingga masalah yang dihadapi dapat diatasi sejak dini,” kata Konjen Tudiono.

Total jumlah WNI di Cape Town berkisar 150 orang. Selain itu, ada pula sekitar dua ribu ABK yang bekerja di kapal-kapal yang bersandar di Pelabuhan Cape Town setiap tahunnya. Hal ini menjadikan Cape Town sebagai tempat persinggahan ABK terbesar di seluruh dunia. (ost)

× Image