Home > Bisnis

Laut Merah Berkecamuk, Perdagangan Global Drop 1,3 Persen

Ekspor AS turun 1,5 persen sedangkan impor turun 1 persen meski Laut Merah bukan rute krusial bagi AS.
Foto dari pusat media Houthi menunjukkan helikopter yang dioperasikan Houthi terbang ketika para pejuang Houthi berlari di dek kapal kargo Galaxy Leader yang merebutnya di Laut Merah lepas pantai Hodeidah, Yaman (20/11/2023). (EPA-EFE/HOUTHIS MEDIA CENTER)
Foto dari pusat media Houthi menunjukkan helikopter yang dioperasikan Houthi terbang ketika para pejuang Houthi berlari di dek kapal kargo Galaxy Leader yang merebutnya di Laut Merah lepas pantai Hodeidah, Yaman (20/11/2023). (EPA-EFE/HOUTHIS MEDIA CENTER)

BERLIN – Perdagangan global menurun 1,3 persen dari November ke Desember 2023. Penyebabnya, Laut Merah berkecamuk. Houthi menyerang kapal-kapal kargo yang melewati Laut Merah untuk menunjukkan dukungan terhadap perjuangan Hamas di Gaza.

Sejumlah serangan Houthi menyebabkan jumlah kapal kargo yang berlayar di perairan tersebut anjlok. IfW Kiel mengungkapkan saat hanya 200 ribu kontainer per hari yang diangkut melalui Laut Merah. Turun dari 500 ribu kontainer pada November.

‘’Aksi Houthi membuat pengangkutan barang dari pusat-pusat produksi di Asia ke konsumen di Eropa memakan waktu lebih panjang, mencapai 20 hari,’’ kata Julian Hinz, direktur IfW Kiel, pusat riset kebijakan perdagangan yang berbasis di Jerman, Kamis (11/1/2024).

Ia menambahkan kondisi tersebut juga mencerminkan penurunan angka perdagangan Jerman dan Uni Eropa. ‘’Barang-barang yang dikirim saat ini masih berada di lautan dan belum dibongkar di pelabuhan-pelabuhan sesuai jadwal,’’ ujar Hinz.

Merujuk indikator perdagangan per kawasan untuk Desember 2023, IfW Kiel menunjukkan, ekspor ke impor dari Uni Eropa turun masing-masing 2 persen dan 3,1 persen. Ekspor AS turun 1,5 persen sedangkan impor turun 1 persen meski Laut Merah bukan rute krusial bagi AS.

Berbeda dengan Cina, yang justru trennya naik. Ekspor mereka naik 1,3 persen dan impor meningkat 3,1 persen. Lembaga ini menduga peningkatan tersebut berhubungan dengan semakin dekatnya perayaan tahun baru Cina, Imlek.

Perusahaan pengapalan raksasa, seperti Maersk dan Hapag-Lloyd mengirimkan kapal-kapal mereka dengan perjalanan lebih panjang serta biaya lebih mahal. Penyebabnya, kapal-kapal ini menghindari Laut Merah dan melewati jalur alternatif, Tanjung Harapan, Afrika.

Apalagi beberapa bulan terakhir ini, Houthi yang berbasis di Yaman dan memperoleh dukungan Iran meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal kargo yang melintas.

Secara terpisah, Iran menahan sebuah kapal tanker bermuatan minyak mentah dari Irak menuju Turki, Kamis. Tindakan Iran merupakan balasan terhadap aksi Amerika Serikat (AS) tahun lalu ketika AS menahan kapal serta muatan minyak di dalamnya.

Kapal yang ditahan Iran bernama St Nikolas yang berbendera Marshall Islands. Kejadian ini seiring dengan semakin meningkatnya kecamuk di Laut Merah akibat serangan Houthi di Laut Merah.

‘’Setelah pencurian minyak Iran oleh AS tahun lalu, kapal tanker St Nikolas ditahan oleh AL Iran pagi ini melalui perintah pengadilan. Saat ini kapal diarahkan menuju pelabuhan Iran,’’ demikian laporan kantor berita semi resmi Iran, Fars, mengutip Angkatan Laut Iran.

Perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey mengatakan, penyusup bersenjata naik ke kapal St Nikolas saat berlayar dekat Kota Sohar, Oman. Sistem pelacakan AIS di St Nikolas juga dimatikan saat menuju arah pelabuahn Iran, Bandar-e-Jask.

Perusahaan operator St Nikolas, Empire Navigation menjelaskan, kapal tanker ini memuat 145 ribu metrik ton minyak dari pelabuhan Basra, Irak dengan tujuan Aligia, wilayah barat Turki melalui Terusan Suez. Mereka telah kehilangan kontak dengan St Nikolas. (reuters/han)

× Image