Home > Bisnis

Indonesia Serius Garap Sektor Industri Berkembang di ASEAN

Keberhasilan presidensi Indonesia di G-20 tahun lalu dan keketuaan ASEAN tahun ini akan menjadi modal kuat Indonesia untuk membangun kerja sama kemitraan berkualitas.
Duta Besar RI, Djauhari Oratmangun, berbicara dalam China-ASEAN Forum on Emerging Industries pada Selasa (4/7/2023) di Kota Shenzhen, Cina. (Foto: KBRI Beijing)
Duta Besar RI, Djauhari Oratmangun, berbicara dalam China-ASEAN Forum on Emerging Industries pada Selasa (4/7/2023) di Kota Shenzhen, Cina. (Foto: KBRI Beijing)

DIPLOMASI REPUBLIKA, SHENZHEN--- Duta Besar RI, Djauhari Oratmangun, menegaskan keseriusan Indonesia untuk mengarap pertumbuhan sektor industri berkembang di kawasan ASEAN. Hal itu dia sampaikan dalam China-ASEAN Forum on Emerging Industries pada Selasa (4/7/2023) di Kota Shenzhen, Cina.

“Keberhasilan presidensi Indonesia di G-20 tahun lalu dan keketuaan ASEAN tahun ini akan menjadi modal kuat Indonesia untuk membangun kerja sama kemitraan berkualitas, dan menguntungkan dengan negara lain, termasuk Tiongkok,” ujar Djauhari Oratmangun, dalam keterangan resminya, Jumat (7/7/2023).

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan Indonesia sebagai ketua ASEAN 2023 memiliki keinginan untuk memajukan ekonomi digital di kawasan. Menurut dia, dengan total populasi lebih dari 660 juta jiwa, ASEAN diyakini akan menjadi pemain utama sektor ekonomi digital dengan kisaran nilai lebih dari 1 triliun dolar AS pada 2030. "Pertumbuhan ASEAN pada 2022 tercatat mencapai 5,5 persen dan kawasan ASEAN memiliki banyak potensi di industri berkembang," katanya.

Menteri Industri dan Teknologi Informasi Cina, JIN Zhuanglong, dalam China-ASEAN Forum on Emerging Industries pada Selasa (4/7/2023) di Kota Shenzhen, Cina. (Foto: KBRI Beijing)
Menteri Industri dan Teknologi Informasi Cina, JIN Zhuanglong, dalam China-ASEAN Forum on Emerging Industries pada Selasa (4/7/2023) di Kota Shenzhen, Cina. (Foto: KBRI Beijing)

Forum tersebut pun menghasilkan “Shenzhen Initiative” sebagai inisiatif pembangunan kemitraan ASEAN dan Cina untuk rantai pasok yang adil dan inklusif. Termasuk juga sebagai wujud komitmen kedua pihak untuk mendorong keterlibatan semua stakeholders dalam memajukan industri berkembang (emerging industries).

Kegiatan China-ASEAN Forum on Emerging Industries yang diselenggarakan oleh Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Cina ini dihadiri oleh sejumlah menteri dari negara-negara ASEAN, seperti menteri komunikasi dan informasi Singapura, menteri industri dan perdagangan Laos, dan menteri perindustrian Myanmar. Selain itu, hadir pula para pejabat tinggi dan pimpinan perusahaan industri teknologi Cina, antara lain Huawei, BYD, dan China Telecom. (rin)

× Image