Siapkan SDM Unggul Dinas Pendidikan Jatim Gencarkan Pendidikan Antikorupsi di Sekolah

0
99
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus mendorong semua sekolah menanamkan pendidikan antikorupsi sejak dini (Foto : Nawalanews)

SURABAYA – NAWALA : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus mendorong semua sekolah menanamkan pendidikan antikorupsi sejak dini. Hal ini  sejalan dengan program pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul. SDM unggul itu berkompeten dan memiliki integritas.

Penerapan kurikum pendidikan antikorupsi semakin diperkuat melalui Peraturan Gubernur Jatim. Rencana tindak lanjut tersebut merupakan implementasi dari pendidikan antikorupsi yang sudah diterapkan di jenjang pendidikan SMA, SMK dan PKLK.

Dinas Pendidikan Jatim sesuai perintah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendorong semua sekolah merumuskan tata kelola pendidikan antikorupsi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Ramliyanto mengatakan, pihaknya terus melakukan pelatihan insersi pendidikan antikorupsi untuk guru karena pendidiklah yang dekat dengan siswa dan lingkungan sekolah.

Selain itu kata dia, pihak sekolah harus menyiapkan media dan materi pembelajaran yang bermuatan pendidikan antikorupsi. Media pembelajaran disarankan yang menarik, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Kalau perlu media berbasis digital sesuai dengan kemajuan teknologi informasi saat ini. Dengan media pembelajaran yang inovatif akan berdampak positif pada siswa.

Sedangkan penerapan program yang memotivasi adanya partisipasi warga sekolah agar terus ditingkatkan, salah satu kegiatan positif itu melalui Lomba cerdas cermat siswa antikorupsi bekerja sama dengan TVRI.

Selanjutnya pihak sekolah agar meningkatkan kompetensi kepribadian siswa yang muara akhirnya (final outcome) membentuk karakter jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerja keras, sederhana, mandiri, adil, berani, dan memiliki kepedulian.

Pelaksanaan program pendidikan antikorupsi harus progresif, konsisten, dikelola secara masif, terstruktur dan sistematis sesuai karakter daerah masing-masing atau berbasis kearifan lokal. Dalam proses belajar mengajar juga diminta aktif, kreatif dan inovatif.

“Tidak sekadar dalam bentuk ceramah dan pembelajaran konvensional saja. Sangat disarankan menggunakan metode dan media pembelajaran interaktif dan tidak hanya menyasar aspek kognitif, tapi juga afektif dan psikomotorik,” tegas Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Ramliyanto, SP, MP saat meresmikan dibukanya Launching Program Smart School Internet of Things di SMK Muhammadiyah 3 Dolopo, Kabupaten Madiun, Jumat (25/10).

Adapun standar kompetensi pendidikan antikorupsi diantaranya siswa memahami dan menyadari pentingnya nilai-nilai antikorupsi, siswa mampu mencegah dirinya sendiri agar tidak berperilaku koruptif dan agar kelak tidak melakukan tindak pidana korupsi.

Kompetensi lainnya adalah menguatnya kepekaan terhadap perilaku koruptif akan menyebabkan siswa berusaha tidak melakukan tindakan koruptif sekecil apa pun. Dengan begitu siswa mampu mencegah orang lain agar tidak berperilaku koruptif. Bahkan, siswa mampu mendeteksi adanya perilaku koruptif dan memberikan respon termasuk melaporkan ke pihak terkait.

Sedangkan imbas dari pendidikan korupsi pada guru diharapkan lebih meningkatkan kualitas kepribadian berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah atau madrasah. Diharapkan setelah mendapatkan pendidikan antikorupsi juga memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin dan memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah dan madrasah.

Sebagai guru, pendidik dan pimpinan sekolah sudah sepatutnya memiliki sikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi. Ia mampu mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah atau kepala madrasah.

“Berkompeten, memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan,” katanya (Gus / NNC 01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here