Permudah Bank data HCML Resmi Gunakan Aplikasi e-CHSEMS

Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) mulai menerapkan Aplikasi Electronic Contractor Health Safety Environment Management System (e-CHSEMS).

0
119
Manager HSSE HCML, Rockyanto Sasabone saat presentasi terkait penggunaan Aplikasi Electronic Contractor Health Safety Environment Management System (e-CHSEMS) (Foto : Dok. Nawalanews)

SURABAYA – NAWALA : Perusahaan kontraktor kontrak kerjasama yang bekerja di bawah pengendalian SKK Migas. Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) mulai  menerapkan Aplikasi Electronic Contractor Health Safety Environment Management System (e-CHSEMS). 

Kehadiran  aplikasi digital ini (e-CHSEMS) dipastikan akan membantu  HCML informasi secara digital dalam memperkuatan bank data dan mempersingkat proses pengadaan barang dan jasa dengan tetap menjaga kinerja Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (K3LL) Mitra Kerja.

Manager HSSE HCML, Rockyanto Sasabone mengatakan, kehadiran aplikasi e-CHSEMS akan mempermudah kinerja HCML dalam informasi secara cepat dan akurat.

“Aplikasi e-CHSEMS ini sudah di luncurkan SKK Migas Surabaya awal bulan Maret lalu. Para general manager dan pimpinan tertinggi fungsi pengadaan dan fungsi K3LL dari sekitar  42 KKKS sepakat dan berkomitmen mendukung  penerapan Aplikasi e-CHSEMS,” ucap Rocky di Surabaya, Selasa  (10/3/2020)

Rocky sapaannya juga  menambahkan, mengacu kepada PTK-005 Tahun 2018, penerapan e-CHSEMS ini bersifat mengikat dan wajib dilaksanakan oleh KKKS dengan tujuan untuk penyeragaman dan penyelarasan proses penilaian, sehingga terstandarisasi.

“Pada akhirnya nanti secara tidak langsung dengan penerapan sistem ini, angka kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin dan dihindari. Karena itulah HCML mendukung penuh,” kata Rocky ini.

Kepala Divisi Penunjang Operasi dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi SKK Migas, Bagus B Edvantoro menjelaskan,  bahwa angka kecelakaan yang terjadi pada Mitra Kerja KKKS lebih besar secara sigifikan (81,4 %) bila dibandingkan total angka kecelakaan di sektor hulu minyak dan gas bumi.  Karena itu perlu ada sarana atau tools untuk membantu dalam penilaian kinerja K3LL para Mitra Kerja KKKS.

Penilaian kinerja K3LL baru dapat dilakukan apabila sejak awal pemilihan mitra kerja sudah dilakukan Penilaian Kualifikasi (PK) K3LL. Ini sekaligus sebagai screening kepada Mitra Kerja yang berkompeten sesuai dengan tingkat risiko pekerjaannya. Terutama untuk risiko sedang dan tinggi, SKK Migas melalui PTK 005 Tahun 2018 telah membuat petunjuk penilaian kualifikasinya.

“Saat ini SKK Migas bersama KKKS telah memiliki Aplikasi e-CHSEMS yang dapat digunakan oleh seluruh KKKS agar proses PK K3LL dapat lebih cepat dan efisien,” jelas Bagus.

Kepala Departemen K3LL SKK Migas, Kosario M. Kautsar menjelaskan,  keunggulan daya saing dalam aplikasi ini adalah standarisasi, terintegrasi, percepatan proses, pengawasan berkelanjutan, peningkatan kinerja, penghematan.

Setiap KKKS akan mendapatkan user ID yang dapat mengungah, mengunduh, dan mencetak Nilai Kualifikasi K3LL Mitra Kerja secara langsung dapat digunakan. Selanjutnya tahapan standarisasi kompetensi khusus terkait auditor untuk kesetaraan kompetensi di setiap KKKS rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Manajer K3 SKK Migas sekaligus sebagai Ketua Kelompok Kerja CHSEMS, Ivan Fadlun Azmy mengatakan sebelum pengembangan e-CHSEMS tidak ada sistim tunggal yang digunakan oleh semua KKKS untuk melakukan proses penilaian kualifikasi aspek K3LL dari Mitra Kerja.

“Penilaian Kualifikasi yang dilakukan di masing-masing KKKS berpotensi menghambat proses pengadaan barang dan atau jasa karena Mitra Kerja harus secara manual registrasi ke setiap KKKS dan Nilai Kualifikasi tidak selalu dapat digunakan oleh KKKS lain,” kata Fadlun (Lis/NNC 01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here