Muhammadiyah Tekankan Pentingnya Akhlak Mulia Bermedsos

Ketua Umum PP Muhammadiyah KH Haedar Nasir menekankan kembali pentingnya membangun akhlak mulia dalam menggunakan media sosial, etika menyampaikan dan menerima kritik serta jangan mengemis jabatan.

0
177
KH Haedar Nasir menekankan kembali pentingnya membangun akhlak mulia dalam menggunakan media sosial (Foto : Nawalanews)

MALANG – NAWALA : Ketua Umum PP Muhammadiyah KH Haedar Nasir menekankan kembali pentingnya membangun akhlak mulia dalam menggunakan media sosial, etika menyampaikan dan menerima kritik serta jangan mengemis jabatan.

“Menggunakan medsos perlu dibangun akhlak mulianya, kritik boleh saja asal jangan berlebihan,” tegas Haedar saat menghadiri Pengajian Akbar dan Milad Muhammadiyah ke-107 tingkat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (3/11/2019) kemarin

Menurut Haedar, setiap orang Muhammadiyah dan Islam sudah seharusnya selalu berpikir jernih, bersih dan salim. Sebab, Muhammadiyah lahir dan berkembang demi umat, demi mencerdaskan kehidupan berbangsa. 

Dengan demikian segala amal perbuatannya akan berprinsip untuk kemajuan umat, masyarakat, bangsa dan negara sesuai Islam. “Ciri orang Ulil Albab adalah orang yang mau menerima kritik orang lain meskipun tidak seiman,” ungkapnya.

Karena itu ia menekankan kepada semua pihak agar selalu memahami Islam dan kehidupan ini secara cerdas. “Amalmu akan selalu melekat pada dirimu, hidupkan bayani, burhani, nurani dan irfani kita. Giatkan amaliyah kita,” katanya. 

Di depan seribuan orang peserta pengajian di lapangan Muhammadiyah Perum GPA Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Haedar mengingatkan bahwa Kabupaten Malang memiliki sejarah yang sangat penting bagi Muhammadiyah. 

KH Ahmad Dahlan, Pendiri Muhammadiyah, pernah mengunjungi Kecamatan Sumberpucung dan Kepanjen, Kabupaten Malang. Selain itu, KH. Ahmad Dahlan memiliki kedekatan dengan Presiden Soekarno.

“Presiden Soekarno merupakan bagian dari Muhammadiyah saat diasingkan di Bengkulu dan menikah dengan Ibu Fatmawati seorang anak Ketua Muhammadiyah. Kedekatan-kedekatan tersebut jarang diketahui oleh warga Muhammadiyah,” ujarnya. 

Pada kesempatan itu Haedar juga menekankan kepada seluruh warga bangsa agar secara tulus dan ikhlas mengabdikan hidupnya untuk masyarakat, bangsa dan negara.

“Jangan mencari atau meminta jabatan, namun jika diberikan jabatan jalankanlah yang amanah,” tuturnya.

Sementara Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menyatakan kehidupan beragama antara organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Kabupaten Malang sangat kondusif, kompak dan guyub.

“Kami laporkan kepada Ketua umum PP Muhammadiyah bahwa di Kabupaten Malang setiap Kecamatan ada dai Kamtibmas yang bekerja sama dengan Polres Malang,” tegasnya.

Para dai masing-masing dua orang di tiap kecamatan tersebut berasal dari NU dan Muhammadiyah. Sejauh ini mereka berdakwah untuk memelihara Kamtibmas yang kondusif dan aman.

“Selamat Milad untuk Muhammadiyah ke-107, semoga terus menjadi partner Polri dan pemerintah dalam menjaga NKRI dan kesatuan Umat menuju NKRI yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur,” pungkasnya. (Gus/NNC 01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here