Khofifah Minta PKK Galakkan Kembali Tanaman Obat Keluarga

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta PKK se Jatim untuk merevitalisasi gerakan menanam tanaman obat keluarga (toga)

0
123
Gubernur Khofifah Didampingi Ketua TP PKK Jatim Serahkan Hadiah Kepada Pemenang Lomba 10 Program Pokok PKK Pada Peringatan HKG PKK Ke-48 (Foto : Dok. Nawalanews)

SURABAYA – NAWALA : Gubernur Jatim  Khofifah Indar Parawansa meminta PKK se Jatim  untuk merevitalisasi gerakan menanam tanaman obat keluarga (toga) di puncak acara Hari Kesatuan Gerak PKK yang digelar di Kantor Gubernur Jatim di Surabaya kemarin

Gubernur Khofifah yang juga Ketua Pembina TP PKK ingin agar gerakan menanam toga kembali diviralkan dan dilakukan secara masif.

“Di Hari Kesatuan Gerak PKK yang ke 48, kita berharap akan ada revitalisasi terutama gerakan yang dulu pernah sangat masif dilakukan yaitu gerakan menanam toga,” pinta Khofifah di Surabaya, Selasa (10/3/2020)

Gubernur perempuan pertama Jatim  ini mengatakan,  toga sangat mudah tumbuh ketika ditanam di lahan-lahan yang ada di sekitar pemukiman warga. Bisa ditanam di taman desa, di sisa lahan RT RW atau desa hingga juga di pekarangan rumah. Tanaman toga bisa dijadikan pertolongan pertama bagi keluarga di saat-saat dibutuhkan.

Jenis toga yang bisa ditanam masyarakat juga beragam. Mulai jahe, kunyit, temulawak, daun sirih, lidah buaya dan banyak lagi. Tanaman ini bisa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

“Menggalakkan lagi menanam toga bukan karena sekarang sedang wabah corona, tapi tanaman toga itu sudah dibuktikan bahwa tanaman ini menyehatkan. Coba, mpon-mpon yang menjadi hits karena Covid-19 itu kan produk toga, mudah sekali itu tumbuhnya,” tutur wanita yang juga mantan Menteri Menteri Sosial dan juga Menteri Pemberdayaan Perempuan ini.

Pesan kedua yang juga ditekankan oleh Gubernur Khofifah pada para Ketua TP PKK se –  Jatim  adalah terkait masalah penanganan stunting. Disampaikan Khofifah, stunting masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi di Jawa Timur. Dimana penanganannya tidak bisa terbatas pada ibu hamil dan balita  saja.

Lebih dari itu penanganan stunting harus dilakukan sejak masa remaja, tepatnya agar remaja di Jatim mendapatkan edukasi yang komprehensif tentang kesehatan organ reproduksi. Sehingga ke depan, Khofifah berharap agar PKK lebih mengambil peran dalam menangani pencegahan stunting.

“Kekuatan Posyandu itu luar biasa. Kalau Posyandu terus bersinergi  dengan bidan desa atau perawat desa atau desa yang masih ada poskesdes maka kita harapkan mereka akan bisa masif melakukan edukasi tentang penanganan stunting,” tegas Khofifah.

Khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan zat besi pada remaja. Khofifah menitipkan pada kader PKK agar turut mengajak remaja mengonsumsi bayam merah yang tinggi kandungan zat besinya. Bahkan syukur-syukur para remaja Jawa Timur diajak untuk aktif menanam bayam merah secara masif.

“Menanam bayam merah bisa dilakukan sejak SD, SMP, SMA. Jadi tidak hanya mengonsumsi tapi juga diajak menanam  menanam,” tegas Khofifah (Lis/NNC 01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here