Kado Manis Pemprov Jatim Jelang Akhir Tahun

Mendekati akhir tahun 2019 Pemprov Jatim mendapatkan kado manis dari Kementerian Pertanian RI yakni penghargaan Pengembangan Hilirisasi dan Kewirausahaan Bidang Perkebunan.

0
122
Mendekati akhir tahun 2019 Pemprov Jatim mendapatkan kado manis dari Kementerian Pertanian RI yakni penghargaan Pengembangan Hilirisasi dan Kewirausahaan Bidang Perkebunan. (Foto : Istimewa)

MALANG – NAWALA : Mendekati akhir tahun 2019  Pemprov Jatim  mendapatkan kado manis dari Kementerian Pertanian RI yakni penghargaan Pengembangan Hilirisasi dan Kewirausahaan Bidang Perkebunan.

Selain Pomprov Jatim penghargaan itu juga diraih oleh Gubernur Sulawesi Barat.Selain itu, Pemprov Jatim menjadi satu-satunya pemerintah provinsi di Indonesia yang mampu memberikan dukungan pendanaan pada kelompok tani perkebunan.

Menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, pemprov Jatim selalu mendukung  pendanaan pada kelompok tani perkebunan. Dimana kelompok tani perkebunan diberikan dukungan pendanaan dengan memanfaatkan dana bergulir sebesar hampirRp. 40 Miliar.

Selain itu mereka kata Khofifah, pihaknya  juga difasilitasi bantuan alat-alat pengolahan untuk mewujudkan Jatim Agro khususnya bagi kelompok tani kopi dan kakao.Dengan upaya tersebut, maka dapat meminimalisir adanya ijon petani kopi dan pengembangan produk hilir dikelompok tani kopi dan kakao.

Atasprestasi ini Khofifah menyampaikan rasa syukur dan bangganya.Menurutnya, ini menjadi bagian dalam program Nawa Bhakti Satya yakni Jatim Agro melalui program Petik, Olah, Kemas, Jual.

“Ini menjadi ikhtiar dan komitmen kami dalam rangka meningkatkan nilai tambah bagi para pelaku industri hilir sektor perkebunan  di Jatim. Semoga ini menjadi motivasi kami untuk terus mengembangkan  program-program yang pada akhirnya mampu meningkatkan  kesejahteraan para perkebun dan industri olahan sektor perkebunan,” ujar Khofifah di Jakarta , kamis (12/12/2019)

Untuk memperkuat industri olahan makanan dan minuman di Jatim, Khofifah menjelaskan,  saati ni tengah dikembangkan berbagai kluster agar mempermudah pembinaan dan pengembangan .Pemprov juga bekerja sama dengan Badan Pengawasan Obat danMinuman (BPOM) untuk memberikan layanan  di lima badankordinator  wilayah  (BAKORWIL) di Jatimyaitu di Pamekasan, Bojonegoro, Jember, Malang dan Madiun.

“Layanan di lima Bakorwil ini dimaksudkan untuk mendekatkan layanan izin Badan POM terkait makanan dan minuman juga berbagai ramuan tradisional Madura agar dapati zinedar,”  katanya.

Lebih lanjut wanita nomer satu ini mengungkapkan, Jatim memiliki berbagai keunggulan industri olahan makan dan minuman khususnya yang bersumber dari sektor perkebunan misalnya cokelat dengan berbagai varian industri hilirnya, kopi dengan berbagai varian rasa dan kemasannya dan sebagainya.

“Penghargaan ini semoga menjadi pendorong yang kuat bagi pemprov Jatim,  dunia usaha dan dunia industri serta pelaku UMKM di Jatim agar terus berinovasi dalam mengembangkan hilirisasi sektor perkebunan,” terang  Kadis Perkebunan Jatim, Karyadi  juga mewakili Gubernur Jatim ini (Lis/NNC 01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here