Dulu Dikenal Desa Miskin, Kini Jadi Jujukan Wisatawan

Kepala Desa (Kades) Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo,Muhammad Samsuri Abbas : “Kami sih hanya bisa berharap saja kalau Gubernur Jatim bisa hadir disini dan melihat langsung warga bisa mandiri dan tempat wisata ini paling potensial bahkan satu-satunya di Indonesia wisata bukit tandus dan gersang”

0
293
Seorang warga Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo saat merawat wisata CIP yang kini banyak diminati wisatawan lokal (Foto : Nawalanews)

SITUBONDO – NAWALA : Bukit yang tandus dan gersang yang berada di daerah Desa Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jatim dulunya hanya lahan liar dan tidak pernah sentuh. Bahkan, menurut warga setempat bukit ini diberi nama bukit Lapkelap (petir) karena sering kawasan itu sering menjadi sambaran petir.

Namun, bukit yang tandus ini  kini sudah disulap menjadi tempat obyek wisata  alam bagi masyarakat Situbondo Jatim  dan sekitarnya. Cottok Inovation Park (CIP) itulah nama obyek wisata alam  yang memiliki lahan sekitar 15 hektare dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menurut Kepala Desa (Kades) Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo,Muhammad Samsuri Abbas keberadan obyek wisata CIP menjadi berkah perekonomian bagi warga Desa Curah Cottok dengan membuka lapak / outlet makanan dan minuman bagi pengujung.

Wisata Cottok Inovation Park (CIP) Desa Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jatim juga menjadi pusat edukasi tentang Energi dan Sumber Daya Manusia





Dikatakan Samsuri, desa yang memiliki sekitar 1580 jiwa in dulunya mayoritas warga berprofesi sebagai buruh tani. Setiap melakukan pekerjaannya setiap warga hanya berpengahasilan Rp 20 ribu hingga 35. 000 ribuan per hari  Namun dengan adanya obyek wisata CIP perekonomian masyarakat yang memanfaatkan  lahan berjualan sudah mampu penghasilan sendiri yakni berkisar 50 ribu an keatas per hari.

“Tentunya kami merasa bengga dengan kawasan obyek wisata CIP ini  karena bisa mengangkat perekonomian warga kami,” Samsuri.

Disebutkan Samsuri , kondisi perekonomian warganya saat ini  sudah berubah total karena sudah tidak mengandalkan buruh tani karena bisa berwiraswasta sendiri yakni dengan binaan pengembangan bisnis dikawasan tersebut.

Kades yang baru terpilih ini juga menjelaskan, inovasi wisata diatas bukit tandus  dan gersang ini kini menjadi andalan bagi Desa Curah Cottok. Hal itu kata Samsuri, masyarakat yang ingin berwisata di atas bukit sudah dilengkap beberapa fasilitas, seperti, kolam renang, taman bermain, kuliner, tempat kebersihan dan rumah ibadah. Bahkan obyek wisata CIP diklaim sebagai tempat wisata ramah lingkungan karena menggunakan energi baru terbarukan tenaga surya dan angin dalam pengoperasian obyek wisata tersebut.

Salah satu kolam renang yang berada diatas bukit dan banyak diminati oleh wisatawan lokal maupun diluar Situbondo

Dalam teknologi Samsuri menyebutkan, pihaknya tidak mau kalah dengan tempat wisata lainnya.

“Setiap hari pengujunng bisa mencapai 500 orang per hari , bahkan sampai 1000 lebih. Kami lebih banyak menggunkan teknologi salah satunya listrik bertenaga surya dalam mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang mampu menghasilkan tenaga listrik 1500 Watt Peak (WP). Rencana kedepan kami akan memproduksi sendiri kendaran transportasi menuju tempat wisata CIP dengan menggunkan tenaga matahari,” ujarnya.

Dalam pengembangan teknologi ini Samsuri menjelaskan, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) , Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Universitas Widya Mandala Surabaya.

“Harapan kami kedepan obyek ini akan menjadi pusat wisata edukasi dan pelatihan  bagi pelajar dan masyarakat lainnya. Kami terus berusaha membuat inovasi-inovasi terbaru agar obyek ini makin dimanati wisatawan lokal maupun internasional,” harap Samsuri.

Walaupun demikian, Samsuri tetap berharap peran pemerintah pusat dan daerah bahkan swasta bisa ikut andil dalam pengembangan wisata alam dan menjadi andalan di Kabupaten Situbondo Jatim.

“Kami tetap berharap peran pemerintah maupun swasta ikut andil dalam pengembangan wisata ini dan Sumber Daya Manusia (SDM) berasal dari warga Desa Curah Cottok. Kami selalu terbuka siapa saja yang ingin kerjasama dengan kami dalam pengembangan obyek wisata ini,” katanya.

Kepala Desa (Kades) Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo,Muhammad Samsuri Abbas

Selain harapan itu, Samsuri juga berharap khusus pada pemimpin Jatim (Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan wakilnya) agar bisa menyaksikan langsung tempat obyek wisata CIP dan kehidupan warganya yang kini berubahan dari hidup kemiskinan. Dalam catatnya, sebelum obyek wisata CIP berdiri hampir 83 %  dari 1580 jiwa warga Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo masuk katagori miskin.

Hadirnya wisata CIP di Desa Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo kemiskinan mampu ditekan hingga 80 %  karana banyak memanfaatkan lahan kawasan tersebut untuk produktifkan.

“Kami sih hanya bisa berharap saja kalau Gubernur Jatim (Khofifah Indar Parawansa,red) bisa hadir disini dan melihat langsung  warga bisa mandiri dan tempat wisata ini paling potensial bahkan satu-satunya di Indonesia bukit tandus dan gersang disulap menjadi tempat wisata,” ungkapnya.(Gus/NNC 01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here