11 Tips Ide Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah

0
329
Salah satu perumahan Wonoayu Sidoarjo. (Foto : Istmewa)

SURABAYA – NAWALA : Buat yang sedang mau akan membeli rumah, atau bahkan yang baru rencana mau beli rumah. Eh, atau itupun yang baru berangan-angan serta bermimpi ingin beli rumah, agar punya rumah sendiri. Ada banyak (Sekitar 11 tips ide pertimbangan sebelum membeli rumah). Barangkali bisa dimasukkan ke dalam list impian dan pertimbangannya agar lebih real atau nyata.

Memang harus diakui, membeli rumah tidaklah semudah membeli gorengan, bukanlah perkara mudah. Apalagi buat generasi milenial, pemula, fresh graduate yang baru saja menamatkan pendidikan, memulai kerja atau usaha, dan menapaki karir.  Ada beberapa hal penting harus jadi bahan pertimbangan. Perlu sangat diperhatikan agar tidak terjadi penyesalan di tahun-tahun ke depan. Apa aja itu? Coba dicermati satu persatu poin-poin pertimbangan membeli rumah versi survei Nawalanews:

1. Lokasi Rumah Atau Perumahan

“Lokasi menentukan prestasi” tentu ada yang ingat pemeo ini? Dulu ketika di sekolah. Sebenarnya pemeonya lebih tepat “Posisi Menentukan Prestasi” kaitannya dengan kesuksesan ketika ulangan, dihubungkan sama kebisaan buat nyontek (Hayo, siapa yang dulu kayak gini?). Tentunya bisa jadi bahan pengalaman buat menentukan Lokasi rumah yang dianggap jadi faktor terpenting saat mengambil keputuskan untuk membeli rumah.

Rumah atau perumahan yang semakin strategis lokasinya, akan semakin memberikan banyak kemudahan buat penghuninya. Umumnya akan dicari lokasi rumah yang dekat, mudah, dan murah dengan akses transportasi publik, pasar, pusat perbelanjaan, rumah sakit atau sekolah.

Faktor paling menentukan adalah kedekatannya, maka itu hal nomor wahid dalam pertimbangan sebelum membeli rumah adalah lokasi. Baru kemudian kemudahannya, sebab kalau dekat tapi ridak mudah, tentu mengurangi prosentase keputusan. Lalu murah, semakin murah dengan akses kepentingan publik, akan semakin dicari.

2. Harga Rumah

Saran paling umum yang disampaikan adalah menyesuaikan harga rumah yang mau dan ingin dibeli dengan kondisi keuangan. Itu memang nasehat bijak. Ada baiknya jangan paksakan beli rumah melebihi kemampuan finansial. Kuatirnya akan menyusahkan dari sisi pembayaran atau angsurannya. Survei pada beberapa lokasi perumahan sebaiknya dilakukan sebelum ambil keputusan memulai kredit kepemilikan rumah alias KPR.

Tapi buat yang punya keberanian, soal harga ini bisa jadi tidak berada di urutan kedua. Kaitannya nanti dengan poin-pon selanjutya, terutama poin terakhir. Apa sebabnya? Rumah seyogyanya tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi pemilik dan keluarganya. Akan sangat jauh lebih baik jika juga menjadi tempat bertumbuh generasi-generasi penerus pemilik rumah dengan positif.

Untuk pertimbangan generasi mendatang inilah, sebaiknya harga rumah jangan menjadi pertimbangan yang pada akhirnya malah menggagalkan kebisaan atau kemampuan meiliki rumah. Jadikan sebuah tantangan untuk bisa menggapai peluang memiliki rumah yang jauh berkualitas ketimbang hanya berpatokan pada harga yang murah, namun ke depannya tidak sebagus harapan. Dan lagi, rumah adalah salah satu investasi yang nilainya cenderung akan naik terus. Memiliki rumah hunian dengan harga yang sesuai dengan kualitas akan jadi satu investasi yang bagus.

3. Kondisi Perumahan

Kondisi dalam artian ini lebih mengacu kepada habitat maupun kondisi sosiologi dan alam, yaitu: keamanan, banjir atau tidak. Dua faktor ini diakui atau tidak, jadi faktor terpenting dan paling dominan dalam pengambilan keputusan membeli rumah. Karena sebagus, selengkap apapun desain dan fasilitas sebuah perumahan, jika keamanan tidak terjamin, dan juga tidak bebas banjir, maka akan membuat perumahan tersebut tidak lagi diminati calon pembeli.

Lingkungan yang nyaman, masyarakat yang ramah, kebersihan yang terjaga.

Faktor lain yang juga jadi pertimbangan dalam pembelian rumah adalah kondisi di sekitar perumahan. Ini akan jadi nilai lebih jika misalnya kondisi sekitar perumahan juga mendukung. Misalnya lingkungan yang nyaman, masyarakat yang ramah, ataupun kebersihan yang relatif terjaga.

Meski bukan faktor utama, namun aspek-aspek tersebut akan membuat sebuah perumahan jadi lirikan calon penghuni. Namun, jika pun belum terpenuhi faktor-faktor tersebut, masih bisa terus diupayakan dari waktu ke waktu.

4. Cara Dan Metode Pembayaran Rumah

Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok manusia, seberapa susah dan berat pun biasanya akan diupayakan untuk kepemilikan sebuah rumah. Ini ditangkap sebagai peluang oleh sebagian lembaga keuangan ataupun perorangan. Maka, kemudian lahirlah berbagai macam metode untuk memiliki sebuah rumah.

Akan tetapi, dari kacamata calon pembeli, saat akan membeli rumah, pertimbangan cukup penting yang harus dipikirkan adalah cara pembayaran rumah. Tidak menjadi sebuah masalah jika memiliki dana berlebih, bisa membeli rumah dengan sistem cash atau kontan. Ini adalah cara terbaik. Namun, jika dana yang dimiliki masih jauh dari nilai rumah, sistem KPR bisa jadi pilihan yang masuk akal.

KPR akan memudahkan dan mempercepat seseorang untuk memiliki rumah, terutama di perumahan dengan pengembang (developer) yang terpercaya dan memiliki kerjasama dengan pihak pendanaan. KPR untuk tiap-tiap perumahan bisa berbeda, tergantung kebijakan masing-masing pengembang. Inilah salah satu seni ketika mencari sebuah perumahan. Harus pandi-pandai memilih developer yang terpercaya. Dengan demikian kepentingan pembeli akan terakomodasi, dan banyak keuntungan bisa dinikmati oleh pembeli.

5. Status Rumah

Jika yang akan dibeli adalah rumah di perumahan, kompleks, atau cluster, biasanya relatif tidak ada masalah berkaitan dengan status rumah. Lain halnya ketika membeli rumah pribadi yang bukan atau tidak terletak di satu perumahan, baru status sebuah rumah ketika hendak dibeli harus diperiksa dan diteliti dengan cermat. Jangan buru-buru memutuskan untuk segera membeli.

Status rumah seperti hak milik, hak waris, atau hak guna bangunan perlu dimengerti dan dipahami oleh calon pembeli. Mengapa demikian? Banyak berita, kisah, dan cerita terjadi masalah serius di kemudian hari. Karena status rumah yang tidak jelas, masih dalam sengketa, jadi agunan ke bank, atau bahkan terindikasi ada penipuan. Harus bisa pastikan kelengkapan surat-surat dan status kepemilikan rumah pada pihak penjual atau developer. Jangan segan untuk mengecek keabsahan surat-surat tersebut ke notaris.

6. Tawaran Pinjaman Untuk Pembiayaan Pembelian Perumahan

Rumah adalah barang dengan nilai yang cukup besar. Yang tidak semua orang bisa membeli dengan cepat dan seketika. Tidak seperti membeli es cendol tentunya, yah walaupun perbandingan antara rumah dengan es cendol tidak masuk akal, namun cukuplah menggambarkan seperti apa saat membeli sebuah rumah.

Seperti pada poin seblumnya, kondisi ini dibaca sebagai peluang oleh berbagai pihak. Demi untuk menarik minat pembeli, banyak developer yang mengeluarkan strategi marketing khusus. Salah satu yang paling umumadalah dengan penawaran pinjaman atau cicilan terjangkau. Sebagai konsumen, penawaran ini perlu dicermati. Perlu ada perhatian khusus mengenai besaran bunga, pinalti keterlambatan, jangka waktu cicilan dan harga yang ditawarkan.

Jika sekiranya kurang bisa menghitung faktor-faktor ini, ada baiknya minta bantuan ahli keuangan, atau minta saran dari mereka yang sudah berpengalaman membeli rumah dengan cara angsuran.

7. Ukuran Rumah Dan Faktor Penunjang Lainnya

Semakin besar ukuran rumah, tentunya akan semakin mahal harganya. Bisa jadi. Secara logika memang demikian. Walau tidak sepenuhnya benar. Karena masih bisa diperbandingkan dengan lokasi, jenis bangunan, material yang digunakan, dan banyak faktor lainnya.

Apakah faktor ukuran rumah ini jadi faktor terpenting? Relatif, kembali lagi ke masing-masing pribadi. Ada yang senang rumah ukuran mungil. Namun ada pula yang mengidam-idamkan sebuah rumah besar (dan biasanya mewah, karena bisa sekaligus jadi simbol status).

Namun, pada umumnya, ukuran rumah berkaitan dengan harga yang harus dibayar. Karenanya, mengukur kebutuhan perumahan dengan calon penghuninya seperti:

  • Jumlah anggota keluarga. Akan ada berapa orang yang menghuni rumah tersebut, apakah ada anak kecil, apakah orang tua ada yang akan ikut tinggal bersama.
  • Garasi kendaraan. Butuh untuk berapa kendaraan, kendaraan roda dua atau roda empat.
  • Taman. Apakah menghendaki taman sebagai bagian penting dari rumahnya, seberapa luas taman yang diinginkan, dan lain hal lagi.

List kebutuhan itu perlu dibandingkan dengan kemampuan finansial agar seimbang. Selain itu juga agar tidak memberatkan ketika sudah saatnya harus membayar cicilan.

8. Arah Hadap Rumah Secara Fisik Dan Psikis

Jangan salah, meski tak semua orang percaya dengan hal ini, namun tak sedikit juga calon pembeli yang memperhitungkan arah hadap rumah sebelum membeli. Pertimbangan datang bisa dari sisi fisik maupun psikis dan kepercayaan. Ada bagi beberapa orang, rumah menghadap arah timur memiliki nilai lebih. Karena banyak sinar matahari yang masuk. Sebaliknya banyak juga orang menghindari rumah menghadap arah barat karena dipercaya berpengaruh terhadap kesehatan. Ya, mungkin saja karena sinar matahari yang akan masuk adalah sinar matahari setelah siang dan sore.

Ada juga yang memilih hadap rumah dari sisi psikis dan kepercayan, biasa dikenal sebagai feng shui. Dalam ilmu feng shui, selain arah hadap rumah biasanya juga ada banyak sekali faktor yang bisa jadi pertimbangan ketika akan membeli rumah. Oleh karena itu, akhir-akhir ini sudah banyak pihak developer yang mengakomodasi aspek feng shui ini.

Kedua aspek dalam penentuan arah hadap rumah tidak ada salahnya, karena memang tujuan utama seseorang memilih rumah sebagai tempat tinggalnya adalah untuk kenyamanan tentunya. Maka segala hal bisa saja diupayakan untuk mencapainya.

9. Struktur Bangunan

Sepintas mungkin tidak akan terlihat. Apalagi bila sudah dibalut dengan tampilan yang indah apalagi wah! Struktur bangunan seringkali luput dari perhatian calon pembeli. Walhasil, tak sedikit konsumen yang menyesal karena mendapati bangunan yang baru dibelinya sudah retak tak berapa lama kemudian.

Karenanya, penting juga untuk cek dan ricek aspek ini. Sebelum membeli ada baiknya calon pembeli bersikap teliti dengan memperhatikan semua elemen bangunan. Struktur bangunan baiknya diteliti secara detail. Meskipun biasanya sudah ada di cetak biru, ada baiknya tetap dilakukan cek secara fisik.

10. Akses Dan Kemudahan Transportasi

Karena seseorang tidak bisa lalu hanya berdiam di rumah, sewaktu-waktu perlu untuk melakukan aktifitas dan mobilitas. Nah, karena itu sebuah perumahan yang bagus dan nyaman memerlukan akses transportasi yang memadai. Jika tidak dan belum bisa dikatakan bagus.

Akses transportasi ke luar area perumahan.

Akses transportasi jadi hal sangat penting. Perlu jadi bahan pertimbangan saat membeli rumah. Akses transportasi ini bisa dibagi dalam dua kategori besar yaitu:

  • Akses transportasi di dalam perumahan itu sendiri. Ini diperlukan ketika penghuni perlu untuk melakukan aktifitas perpindahan internal di dalam perumahan. Akses transportasi di sini termasuk sistem pembagian jalan yang bagus di dalam perumahan, tersedianya berbagai tempat pemenuhan kebutuhan di dalam perumahan.
  • Akses transportasi ke luar area perumahan. Ini berkaitan dengan angkutan. Karena untuk prasarana yang berhubungan dengan transportasi, biasanya sudah disediakan oleh pemerintah daerah yang bersangkutan di mana satu perumahan tersebut berlokasi.

Kesulitan akses transportasi bisa berpotensi menganggu mobilitas penghuni. Faktor ini juga perlu diperhatikan. Susahnya akses transportasi juga bisa mengakibatkan biaya yang dikeluarkan justru jadi membengkak. Tentunya akan jadi pertimbangan bagi calon pembeli.

11. Lingkungan Yang Ramah Anak

Ini sebenarnya adalah faktor terpenting yang biasanya justru diabaikan oleh banyak pihak. Baik pembeli maupun developer. Lingkungan perumahan yang ramah terhadap anak sangat mempengaruhi kehidupan dan perkembangan banyak aspek, terutama di masa mendatang.

Faktor berkembangan sebuah masyarakat salah satu contohnya. Karena anak adalah generasi penerus yang akan hidup di masa datang, maka lingkungan perumahan yang baik bagi anak dipercaya akan menghasilkan sebuah masyarakat yang juga baik.

Tidak banyak developer yang berinovasi dalam bidang ini. Jika ada developer yang punya kepedulian dengan mengedepankan “Lingkungan Yang Ramah Anak” maka seyogyanya wajib menjadi pertimbangan penting. Apakah ada developer yang demikian? Jawabannya ada.

Demikianlah, 11 Tips Ide Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah telah coba dijabarkan dengan lebih detail untuk membantu Anda yang saat ini membutuhkan rumah di perumahan yang punya inovasi bagus sebagaimana poin ke 11. Mari, silahkan berburu perumahan yang bagus sesuai dengan kebutuhan (ADV/Red/NNC 01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here